Dunia Orang Yahudi

Antara Umur Bumi dan Tahun Baru Yahudi 5781

Penghitungan kalender Ibrani dimulai sejak awal penciptaan seperti yang tercantum dalam Kitab Kejadian 1:1. Namun menurut Dr Gerald Schroeder, penulis buku “Genesis and The Big Bang”, “The Science of God” dan “The Hidden Face of God” perhitungan kalender Ibrani dimulai sejak penciptaan manusia atau setelah hari keenam. Salah satu bagian yang menarik dari Alkitab adalah kedalaman informasi yang disediakan sehingga mampu untuk menghitung atau tepatnya memperkirakan waktu penciptaan manusia.

Alkitab memberikan informasi usia Adam, manusia pertama, anak-anak Adam hingga keturunan berikutnya sehingga dengan menambahkan usia masing-masing orang dalam silsilah Adam akan ditemukan tahun 1.

Adam hidup hingga berusia 950 tahun (Kitab Kejadian 5:5), anak Adam, Set berusia 912 tahun saat ia mati (Kitab Kejadian 5:8) dan seterusnya sehingga ditetapkan tahun baru kalender Ibrani yang jatuh pada 29 September 2019 adalah tahun ke-5781 bagi umat Yahudi.

Bagi umat Kristen tahun dihitung sejak Yesus lahir, ditetapkan 2020 tahun yang lalu. Bagi umat Buddha menurut tahun saka, tahun ini 2563. Bagi umat Islam tahun ini baru tahun 1441 Hijriah sejak Nabi Islam hijrah dari Mekkah ke Madinah. Mungkin cuma orang Yahudi yang menghitung sejak manusia diciptakan.

Dr Gerald Schroeder yang mempunyai dua gelar Ph-D dalam bidang Fisika Nuklir dan Bumi serta Ilmu Pengetahuan Planet dan mengajar Fisika di Massachusetts Institute of Technology Amerika menyatakan, terdapat dua pemisahan perhitungan berdasarkan Kitab Ulangan 32:7, TUHAN berpesan kepada Musa, “Ingatlah kepada zaman dahulu kala (days of old), perhatikan tahun-tahun keturunan yang lalu (years of many generations)”.

Days of old merujuk pada masa penciptaan alam semesta dan isinya, sedangkan years of many generations adalah masa sejak manusia ada atau bisa disebut periode peradaban manusia. Inilah kunci atau dasar argumentasinya yang menyatakan perbedaan penghitungan antara umur bumi dan tahun perkiraan penciptaan manusia.

Sebelum manusia ada, proses penciptaan bisa berlangsung ribuan tahun karena sesuai Kitab Mazmur 90:4 disebutkan, “Sebab di mataMu seribu tahun sama seperti hari kemarin.” Jadi dalam penciptaan enam hari itu TUHAN bisa merentangkan waktu ribuan bahkan jutaan tahun lamanya sehingga kita bisa menemukan fosil dinosaurus berusia jutaan tahun lampau.

Dengan demikian sangat masuk akal ada fosil purbakala yang ditemukan hari ini. Penemu Hukum Relativitas Albert Einstein membuktikan aliran waktu bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lain sehingga dimensi waktu bagi TUHAN bisa berbeda dengan manusia.

Penelitian terbaru menunjukkan seorang astronot yang pergi ke luar angkasa akan terlihat lebih muda, lihat di sini: https://autotekno.sindonews.com/…/500-hari-di-luar…

Menariknya, tahun baru kalender Ibrani tidak diawali dari bulan pertama sebagaimana Januari dalam kalender Masehi, melainkan dimulai bulan ke-7 atau bulan Tishri. Bulan pertama kalender Ibrani adalah bulan Nisan saat TUHAN menetapkan Hari Raya Paskah. Paskah menurut Yahudi adalah saat bangsa Israel eksodus dari Mesir yang ditandai dengan memotong domba dan darahnya dioleskan pada pintu depan rumah agar setiap rumah yang ada darahnya tidak terjadi kematian anak sulung. Ini adalah simbol akan kematian Yesus, Domba Paskah yang menyelamatkan umat manusia yang percaya kepadaNya.

Sama seperti kalender Masehi, satu tahun menurut kalender Ibrani juga terdiri dari 12 bulan. Sesuai Alkitab pada Kitab Wahyu 22:2 yang menuliskan di Yerusalem yang baru kelak akan ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah 12 kali, tiap-tiap bulan sekali.

Jumlah hari sesuai Alkitab adalah tujuh hari dan TUHAN menetapkan hari ketujuh atau Sabat sebagai hari khusus untuk TUHAN. Dasar penetapan hari dalam seminggu, bulan dalam setahun berdasarkan Firman TUHAN juga. Sejauh ini banyak ilmuwan yang ingin memecahkan misteri penciptaan alam semesta dan isinya, di perpustakaam MIT terdapat 50 ribu buku yang berhubungan dengan alam semesta: kosmologi, kimia, termodinamika, paleontologi, arkeologi, fisika penciptaan energi tinggi.

Di perpustakaan Harvard terdapat 200.000 buku tentang topik yang sama. Sementara di Alkitab, penciptaan alam semesta dan isinya termasuk manusia hanya cukup ditulis dalam 31 ayat saja, kurang dari selembar kertas ukuran A4. Luar biasa, bukan?

Itulah Alkitab dan TUHAN kita, selalu membuat kita kagum dan terpesona karena melebihi pengetahuan manusia yang sangat terbatas. Hari Jumat Tahun Baru Yahudi Rosh Hashana dimulai pada jam 6 petang. Hari ini dirayakan dengan meniup shofar atau sangkakala. Orang Yahudi akan mengucapkan “Shana tova u’metukah”, semoga tahun ini menjadi tahun yang baik.

Foto: kalender yang digunakan di Israel. Perhatikan toleransinya pemerintah Israel dengan mencantumkan hari raya umat Bahai, Druze, Islam dan Kristen juga bukan hanya hari raya orang Yahudi saja.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close