Serba-Serbi Israel dan Indonesia

Dosen Bahasa Indonesia Pertama di Kampus Israel

Pernahkah Anda menonton video FaktaIsrael tentang “Mahasiswa Israel Belajar Bahasa Indonesia”? Kini FaktaIsrael mewawancarai dosen yang terlibat langsung dalam pelajaran bahasa Indonesia tersebut.

FaktaIsrael : Apa perasaan Anda bisa mengajar bahasa Indonesia di Israel?

Betty: Saya tidak sadar betapa uniknya peran saya ini, sampai Ibu Ronit (beliau adalah atasan saya) mengatakan bahwa tidak pernah sebelumnya orang Indonesia pernah mengajar bahasa Indonesia di Israel. Ini pertama kalinya ada kelas Bahasa Indonesia di Israel dan yang diajar oleh orang Indonesia dan di universitas ternama di Israel. Tentu saja saya merasa peran ini penting, harus dibanggakan, harus dijaga dengan baik dan harus bersedia membantu siapa saja di Israel yang berminat mempelajari bahasa kita. Seakan-akan saya ini menjadi wakil orang Indonesia di sini.

FaktaIsrael: Pengalaman menarik apa saat mengajar di kelas?

Betty: Saat ini saya mengajar melalui Zoom (wawancara dilakukan awal April 2021) dan sampai saat ini, saya belum bertemu secara langsung dengan mahasiswa-mahasiswi saya. Padahal kami bertemu seminggu dua kali. Tapi minggu lalu, saya bertemu dengan salah satu dari mereka di Yerusalem. Saya sedang menggendong anak saya di satu jalan di pusat kota dan seseorang datang menuju saya, sambil bertanya: “Ibu Betty?!” Ternyata dia mahasiswa saya! Kami berdua jadi merasa luar biasa bisa bertemu secara kebetulan. Dan kami langsung berbicara dalam bahasa Indonesia. Benar-benar senang sekali rasanya!

FaktaIsrael: Apa saja kendala yang dirasakan dalam proses mengajar itu?

Betty: Di Israel ini sedikit sekali ada orang Indonesia. Jadi, sudah tidak banyak orang Indonesia, sudah tidak ada Kedutaan Besar, tidak ada restoran Indonesia, tidak banyak (mungkin hanya satu atau dua orang) mahasiswa Indonesia yang belajar di Israel, yah jadi susah sekali untuk memiliki komunitas di mana mahasiswa saya bisa bertemu dan melatih bahasa Indonesia dan menyapa budaya Indonesia secara langsung. Universitas Ibrani-lah yang satu-satunya memiliki beberapa sumber untuk mengetahui Indonesia, tapi di luar dari segi akademis ini, tidak ada dukungan lagi.

FaktaIsrael: Bagaimana kisahnya, hingga bisa mengajar di Israel?

Betty: Jadi sebenarnya latar belakang saya ini adalah seorang seniman dan dosen Seni Rupa. Ketika saya pindah ke Israel, saya mendapatkan informasi bahwa Universitas Ibrani memiliki mata kuliah Studi Indonesia. Saya langsung merasa bahwa saya wajib menyumbang. Jadi saya menghubungi Universitas Ibrani karena saya memiliki gagasan untuk memberikan presentasi mengenai seni kontemporer di Indonesia. Dan saya diperkenalkan dengan Ibu Ronit. Saya juga bertemu dengan beliau dan dengan dosen-dosen yang lain yang mengajar di mata kuliah Studi Indonesia ini. Presentasi saya pun sudah direncanakan kapan akan berlangsung. Lalu, suatu hari di tahun kemarin, Ibu Ronit bilang kepada saya bahwa Universitas Ibrani sedang mencari dosen bahasa Indonesia dan menyuruh saya untuk mendaftar.

FaktaIsrael: Apa saran Anda agar orang Indonesia bisa lebih mengenal Israel?

Betty: Saya rasa mesti sering- sering membaca berita tentang Israel dari sumber yang lebih luas. Jangan hanya menerima apa yang diliputi di media di dalam negeri saja. []

Wawancara oleh: Monique Rijkers, pendiri FaktaIsrael.com

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close