CekFaktaIsrael

HTI dan Nostalgia Khilafah Masa Ottoman

Jadi anak muda jangan polos-polos amatlah. Hizbut Tharir ngga ada hubungannya dengan Indonesia. Hizbut Tharir di negara lain ngga ada yang mikirin Indonesia. Hizbut Tharir cuma memanfaatkan orang Indonesia yang mudah diindokrinasi Hizbut Tharir cuma menjual isu khilafah. Hizbut Tharir dibentuk demi merebut tanah Israel untuk mendirikan khalifah seperti masa Ottoman dulu. Misi Hizbut Tharir itu merebut tanah Israel. Titik!

Mari kita telusuri sejarahnya:

1) 1950
Taqiuddin al Nabhani adalah seorang Arab Palestina kelahiran di sebuah desa dekat Haifa, Israel. Ia kuliah di Universitas Al Azhar Mesir dan menjadi penegak hukum di Palestina. Januari 1950 tulisan pertama al Nabhani muncul dengan judul “Inqadh Filastin” atau Menyelamatkan Palestina yang menggambarkan kekecewaan tanah Palestina menjadi milik Israel yang merdeka tahun 1948.

2) 1953
Ketika Yerusalem Timur masih di bawah kekuasaan Yordania, Taqiuddin al Nabhani mendirikan partai politik Hizbut Tahrir (Partai Pembebasan). Tetapi pemerintah Yordania langsung mengeluarkan dekrit melarang dan menyatakan kegiatan partai itu ilegal.

3) 1954
Sebuah larangan ceramah di masjid untuk anggota Hizbut Thatir dikeluarkan pada tahun 1954.

4) 1955
Namun Hizbut Tahrir bisa meluas sehingga ketika al Nabhani pergi ke Damaskus, Suriah dan Beirut, Lebanon pada tahun 1955, pemerintah Yordania mengeluarkan dekrit pelarangan al Nabhani kembali ke Yordania.

5) 1973-1977
Al Nabhani menetap di Beirut, Lebanon namun tahun 1973 al Nabhani dipenjara di Irak dan disiksa. Ia selamat karena salah tulis petugas penjara yang memberi predikat kepada al Nabhani juru tulis partai bukan pemimpin partai. Hingga ia meninggal tahun 1977, al Nabhani tinggal di Beirut dan melahirkan pemikiran al Nabhani yang menjadi doktrin Hizbut Tharir.

Nostalgia kejayaan Ottoman di masa lalu saat menguasai tanah Israel selama 400 tahun membuat Hizbut Tharir menjalar ke seluruh dunia termasuk di Indonesia. Padahal awal mulanya berdiri ditolak oleh Yordania, pendirinya dipenjara oleh Irak dan oleh Otoritas Palestina sendiri pada Ramadan 2019, pengikut Hizbut Tharir ditangkap oleh polisi Palestina. Lihat screenshot yang ada di bawah.

Hizbut Tharir kini dipimpin Atha Abu Rastyah, orang Arab Palestina. Gerakan politik ini tersebar di negara-negara Barat yang karena alasan demokrasi tidak melarang keberadaan partai ini namun sesungguhnya membahayakan warga negaranya. Sejumlah negara Islam menolak dan melarang Hizbut Tharir. Pemerintah Indonesia sudah melarang Hizbut Tharir namun jiwa Hizbut Tharir masih menempel dalam banyak peminat khilafah. Apalagi orang Indonesia juga memuja Palestina sehingga dengan mudah misi Hizbut Tharir diterima di Indonesia. Di Jakarta ngga ada perwakilan Hamas dan Fatah, yang ada Kedutaan Besar Palestina. Namun Hizbut Tharir di Indonesia ada, bahkan banyak pengikut.

Orang Indonesia banyak juga kok yang ngga setuju Hizbut Tharir dalam hal gagasan khilafah. Tapi oh tapi soal Palestina dan merebut kembali Tanah Israel untuk Palestina, wah jangan tanya deh. Pasti pada mendukung! Jadi serba salah kan! Menolak khilafah tapi mendukung ide merebut tanah Israel oleh Hizbut Tharir.

Saya sih menyarankan mending orang Indonesia kompaklah, terima Palestina, terima Israel supaya Hizbut Tharir tenggelam! Semoga fans Palestina ngga ngamuk-ngamuk sama postingan di page Hadassah of Indonesia ya. Di sini kan cuma meluruskan informasi salah dan melenceng tentang Israel. Namun seperti kata pepatah, “Anjing menggonggong, khalifah berlalu”, saya akan terus menyalak hingga ide khilafah berlalu! Tapi jangan kuatir saya ngga gigit kok!

#HadassahofIndonesia

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close