Kabar Tetangga

Motif Dibalik Bercokolnya Iran di Suriah

Israel tidak akan mentolerir upaya-upaya Iran, sekutu dekat penguasa Suriah Bashar Assad, yang membangun kekuatan militer permanen Iran di Suriah. Iran selama ini sudah mendanai Hezbollah di Lebanon dan Hamas di Gaza untuk menyerang Israel. Sehingga langkah Iran membangun kekuatan sepanjang jalur Teheran, ibukota Iran hingga ke Lebanon sejauh 1.700 km merupakan alasan yang masuk akal bagi Israel untuk waspada.

Iran punya ambisi melenyapkan Israel dari peta dunia dan Iran memanfaatkan Suriah, Irak dan Lebanon sebagai akses mencapai Israel. Laporan terakhir adalah pembangunan pangkalan militer Iran di Albu Kamal, kota di perbatasan Suriah dan Irak.

Pada gambar foto satelit, Presiden Iran, Ali Akbar Hashemi Rafsanjani (alm) pada tahun 2012 berkata kepada seorang pejabat Irak, “Suriah tidak boleh berubah sehingga jalan Anda (Irak) dan kami ditutup. Kita harus memiliki Suriah.” Suriah adalah pusat desain regional Iran.

Iran membutuhkan Suriah untuk menempatkan senjata dan pasukan yang bakal digunakan menyerang Israel. Keberadaan segelintir tentara Garda Revolusi Iran di Suriah yang menjadi korban serangan baru-baru ini membuktikan ambisi Iran bercokol di Suriah dan memperalat Assad. Sumber rujukan berita : https://m.cnnindonesia.com/internasional/20200214203304-120-474840/rudal-israel-hantam-area-bandara-suriah-4-tentara-iran-tewas

Iran justru menjadikan Suriah sebagai medan perang melawan musuh-musuh Iran. Jika Iran tidak punya kepentingan atas Suriah, kenapa Iran tidak hengkang dari Suriah saat ini? Amerika saja sudah pergi dari Suriah dan menyisakan hanya 400 tentara di pangkalan militer dekat kamp pengungsi yang berbatasan dengan Yordania.

Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Aziz Jafari mengatakan pada tahun 2017, “Perbatasan Suriah dengan Palestina telah menciptakan posisi yang menentukan bagi Republik Islam.” Pentingnya Suriah tercermin paling jelas dalam pernyataan Hojjat al-Eslam Mehdi Taeb, pemimpin sebuah think tank garis keras Iran pada tahun 2013 yang mengatakan, “Suriah adalah provinsi ke tiga puluh lima dan provinsi yang strategis bagi kami. Jika kami kehilangan Suriah, kami tidak dapat mempertahankan Teheran.”

Namun petualangan Iran di Suriah butuh biaya. Meski ekonomi Iran sekarat, Iran diperkirakan sudah menghamburkan 16 miliar dolar Amerika sejak tahun 2012 untuk eksis di Suriah. Pertanyaannya : mengapa Assad membiarkan Iran gentayangan (sebab antara ada dan tiada) di Suriah? Sebab Assad tidak punya sumber pemasukan sejak negerinya porak-poranda. Aset sumber daya alam dikuasai orang-orang anti-Assad. Assad bergantung pada pemberian Iran dalam bentuk minyak mentah sebab minyak Iran tidak bisa dijual akibat sanksi ekonomi. Minyak Iran paling dibeli oleh India dan China.

Iran sulit berdagang karena mata uangnya tidak laku sedangkan Iran tidak mau transaksi menggunakan dollar Amerika karena mata uang musuhnya. Dilematis.

Nah, pasukan Amerika berada di Suriah hanya untuk melawan ISIS, bukan menghalau Iran, milisi Syiah atau pemberontak anti-Assad. Dengan demikian menjadi beban Israel untuk menghancurkan upaya Iran bercokol di Suriah demi melindungi Israel sendiri dalam jangka panjang.

Israel akan merusak pembangunan gudang senjata, terowongan bawah tanah, jalan perbatasan yang digunakan untuk mengangkut senjata dan tentara, dll. Menurut sebuah lembaga think tank Amerika, paling tidak Israel sudah menyerang militer Iran di Suriah 200 kali. Sekarang jadi paham kan kenapa Iran ada di Suriah. Motifnya hanya untuk persiapan perang. Hidup Iran cuma untuk perang, mendanai teroris di mana-mana, menciptakan konflik dan bikin kacau negara orang dengan milisi-milisi Syiahnya .

Jadi, jika ada yang menulis tentang Suriah tetapi isinya cuma teori konspirasi, harap maklum aja. Mungkin dia malu ketauan negara idolanya menyusup bangun pangkalan militer di Suriah dan sekarang babak belur karena diserang Israel.

Monique Rijkers untuk faktaISRAEL

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Back to top button
Close